Ungaran (ANTARA News) - Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai Senin, membuka posko pengaduan atas dugaan kecurangan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara mandiri.
"Posko pengaduan akan dibuka selama seminggu. Masyarakat yang merasa dirugikan dan memiliki data dugaan penyimpangan dapat mengadu ke posko untuk ditidaklanjuti," kata Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Semarang, Joko Widodo, di Ungaran, Senin.
Pelayanan pengaduan, katanya, di ruang Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Semarang atau Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera.
Pembukaan posko, katanya, karena ada informasi tentang indikasi kecurangan dalam seleksi penerimaan CPNS.
"Hari pertama ini belum ada pengaduan yang masuk," katanya.
Selain itu, katanya, fraksinya siap mendukung wacana untuk melayangkan hak interpelasi dan angket jika ada laporan atau ditemukan penyimpangan seleksi CPNS.
Sekretaris DPC PKB yang juga Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas`ud Ridwan, mengatakan, partainya sudah melakukan rapat koordinasi membahas masalah itu.
Partai, katanya, telah memberikan mandat kepada fraksi agar mengumpulkan berbagai bukti atas dugaan itu.
Jika terjadi penggunaan hak angket DPRD untuk masalah penerimaan CPNS itu, katanya, jangan sampai senasib dengan penggalangan hak interpelasi terkait penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) beberapa waktu lalu yang berhenti di tengah jalan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong, mengatakan, fraksinya akan mengusulkan penggalangan hak angket terkait indikasi kecurangan dalam seleksi penerimaan CPNS 2009.
"Kami mendapat informasi dari masyarakat telah terjadi dugaan penyimpangan dalam seleksi CPNS. Ada yang mengaku ditawari Rp70 juta hingga Rp100 juta untuk dapat diloloskan tes," katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kabupaten Semarang, Anang Dwinanta, menyatakan, membantah atas tuduhan tersebut.
"Tidak benar jika terjadi kecurangan dalam seleksi CPNS yang dilakukan secara mandiri ini," katanya.
Ia menyilahkan masyarakat yang meragukan hasil seleksi CPNS untuk melihat data di Universitas Indonesia selaku pihak pembuat soal.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1262034592/fraksi-keadilan-sejahtera-buka-posko-pengaduan-cpns
Tampilkan postingan dengan label BeRas (Berita Nasional). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BeRas (Berita Nasional). Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Desember 2009
Senin, 29 Juni 2009
Fraksi PKS Tegas Menolak Kenang-Kenangan Cincin Emas
Fraksi-PKS Online: Fraksi PKS di DPR menolak rencana pemberian cincin emas bagi anggota DPR yang akan memasuki masa purna bakti.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Fraksi PKS Mahfudz Sidiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
"Kami (Fraksi PKS) sudah rapat dan tidak setuju," tegasnya.
Menurut dia, DPR tidak perlu menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah hanya untuk membeli ratusan cincin emas berlogo lembaga wakil rakyat itu. Karena itu sebaiknya rencana tersebut dibatalkan karena masih dalam tahap tender.
"Jangan sampai persoalan cincin mencoreng wajah DPR menjelang akhir masa tugas," imbuhnya.
Mahfudz menyarankan agar kenang-kenangan bagi anggota DPR diberikan dalam bentuk plakat yang harganya jauh lebih murah. Plakat tersebut dinilai lebih berharga karena bisa dijadikan pajangan, ketimbang cincin emas berlogo DPR yang tidak jelas pengunaannya.
(lam)
Sumber: Okezone.Com
Hal tersebut ditegaskan Ketua Fraksi PKS Mahfudz Sidiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
"Kami (Fraksi PKS) sudah rapat dan tidak setuju," tegasnya.
Menurut dia, DPR tidak perlu menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah hanya untuk membeli ratusan cincin emas berlogo lembaga wakil rakyat itu. Karena itu sebaiknya rencana tersebut dibatalkan karena masih dalam tahap tender.
"Jangan sampai persoalan cincin mencoreng wajah DPR menjelang akhir masa tugas," imbuhnya.
Mahfudz menyarankan agar kenang-kenangan bagi anggota DPR diberikan dalam bentuk plakat yang harganya jauh lebih murah. Plakat tersebut dinilai lebih berharga karena bisa dijadikan pajangan, ketimbang cincin emas berlogo DPR yang tidak jelas pengunaannya.
(lam)
Sumber: Okezone.Com
Kamis, 14 Mei 2009
JURUS MABOK ALA JACKY CHAN
Mengikuti perkembangan politik di tanah air memang menarik, kadang greget, penasaran, emosi dan bikin puyeng, apalagi kalau lihat jurus maboknya SBY mirip Jacky Chan di film-filmnya yang merupakan salah satu jurus andalannya, persis banget tokoh yang satu ini. Tak heran jika ada yang mengatakan SBY punya jurus mabok lantaran manuvernya yang sulit ditebak oleh para pengamat bahkan tak satupun pengamat yang memprediksi SBY bakal merapat ke PDIP , yah walaupun hal itu tidak terjadi namun siapa pula yang menyangka SBY ternyata lebih memilih Boediono sebagai Cawapresnya, tentu ini diluar dugaan semua orang, pasalnya nama Boediono tak pernah disebut-sebut selama ini.
Ada yang menilai masuknya Boediono menjadi pendamping SBY karena kekhawatiran masa lalu terkait dengan Cawapresnya yang kemudian berbalik arah menjadi lawan politiknya sehingga jika SBY memilih salah satu Cawapres dari partai lain hal itu akan membahayakan posisinya nanti, selain itu usia Boediono yang sudah masuk kepala enam (6) juga menjadi pertimbangan SBY.
Bagaimana dengan PKS setelah Boediono mendapat tiket Cawapres dari SBY? Yang pasti hingga kini PKS masih belum menandatangani kontrak politik dengan Demokrat sampai wacana SBY-Boediono resmi dideklarasikan tanggal 15 Mei nanti, so… buat pecinta PKS khususnya Daerah Kab. Semarang mohon sabar menunggu……….!!!!!!!!
Ada yang menilai masuknya Boediono menjadi pendamping SBY karena kekhawatiran masa lalu terkait dengan Cawapresnya yang kemudian berbalik arah menjadi lawan politiknya sehingga jika SBY memilih salah satu Cawapres dari partai lain hal itu akan membahayakan posisinya nanti, selain itu usia Boediono yang sudah masuk kepala enam (6) juga menjadi pertimbangan SBY.
Bagaimana dengan PKS setelah Boediono mendapat tiket Cawapres dari SBY? Yang pasti hingga kini PKS masih belum menandatangani kontrak politik dengan Demokrat sampai wacana SBY-Boediono resmi dideklarasikan tanggal 15 Mei nanti, so… buat pecinta PKS khususnya Daerah Kab. Semarang mohon sabar menunggu……….!!!!!!!!
Senin, 30 Maret 2009
“Tukang Es Naik odong-odong, Pilih PKS Dong”

Selain artis ibukota, Kampanye Akbar PKS di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Selatan pagi ini, juga dimeriahkan oleh dua buah ondel-ondel raksasa, yang didatangkan langsung dari Perkampungan Betawi di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan.
Seperti layaknya kader PKS, dua ondel-ondel yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini juga menggunakan kostum dan atribut PKS.
Ondel-ondel laki-laki, menggunakan kemeja lengan panjang berwarna hitam dengan logo PKS di sisi kanan atas kemeja. Pada sisi tengah kaus terbentang tulisan “Tukang Es Naik odong-odong, Pilih PKS Dong”. Sedangkan ondel-ondel perempuan menggunakan gaun warna kuning dengan selendang putih melingkar di pinggangnya. Pada sisi kanan atas gaun, juga terdapat logo PKS, dan pada sisi tengah gaun terdapat tulisan “Makan Pepes Anget-anget, PKS Oke Banget”.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Jakarta Selatan, Drs. Khoiruddin,M.Sc., PKS sengaja menghadirkan ondel-ondel dalam kampanye akbar ini, dengan tujuan untuk menghibur masyarakat sekaligus turut serta melestarikan budaya Betawi yang mulai langka di temui di Ibukota.
“Ondel-ondel yang merupakan kebudayaan masyarakat Betawi sudah mengakar berpulu-puluh tahun. dan harus dilestarikan keberadaannya. Dan ini juga merupakan tugas dari partai politik untuk melestarikan budaya bangsa,” tutur pria yang juga menjadi calon Anggota dewan PKS DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan Jakarta Selatan.
Pada kampanye PKS sebelumnya di Lapangan Blok S, PKS juga menghadirkan kesenian Lenong Betawi untuk menghibur para kader dan simpatisan.(adine/pk-sejahtera.com)
Massa PKS Luber di Senayan
Jakarta - Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang mampu menampung 100 ribu orang dipenuhi ribuan kader PKS. Tidak hanya itu, 'pasukan putih' juga tampak memenuhi lapangan rumput sepakbola tersebut.
Pantauan detikcom, pukul 11.30 WIB, Senin (30/3/2009), seluruh kursi yang ada di tribun terisi penuh oleh massa PKS sehingga panitia akhirnya membuka pintu utama sebelah utara yang langsung menuju lapangan dan panggung. Mereka meluber hingga ke tengah lapangan.
Dipandu pembawa acara, mereka pun melakukan aksi gelombang manusia dan mengibar-ngibarkan bendera PKS. Berulang kali kata takbir bergema di Senayan.
"Allahu Akbar...Allahu Akbar!" seru ribuan massa PKS.
Kampanye nasional ini dihadiri antara lain oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin, Sekjen PKS Anis Mata, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Begitu dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran, acara dilanjutkan dengan penampilan grup band Cokelat yang membawakan lagu 'Bendera'. Sambil bergoyang, ribuan kader PKS mengibarkan bendera mereka. Kampanye ini merupakan putaran terakhir kampanye PKS di Jakarta. [detik.com]
Cokelat & Extravaganza
Pemain Extravaganza, Tika Prihatna, rupanya menjadi pembawa acara kampanye rapat umum Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Namun bagi Tika, PKS adalah singkatan dari Partai Kaya Seni.
"Selain Partai Kita Semua, juga Partai Kaya Seni," kata Tika membawa acara kampanye di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin 30 Maret 2009.
Tika mengomentari penampilan band Cokelat yang membawakan lagu Bendera. Meski dikenal lebih memilih nasyid, kader dan simpatisan PKS rupanya ikut menikmati hiburan rock ala Cokelat itu.
Mereka berjingkrak mengikuti irama. Bendera PKS berkibar-kibar di antara lebih dari seratus ribu peserta yang mengenakan pakaian putih. Mata mereka tertuju ke panggung di mana vokalis Cokelat, Kikan, yang mengenakan pakaian serba hitam bernyanyi. Usai lagu berhenti, takbir pun bergema berkali-kali. [vivanews.com]
Senin, 23 Maret 2009
PKS: Korupsi Terbesar Ada di DPR

INILAH.COM, Kendari - Sekjen DPP PKS Anis Matta mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia menjadi negara miskin karena adanya perilaku koruptor. Salah satu sumber korupsi terbesar, menurutnya berasal dari lembaga legislatif.
Hal itu diungkapkan Anis saat menyampaikan orasi pada kampanye PKS di lapangan Benua-Benua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (24/3). Salah satu sumber korupsi terbesar, kata Anis, terjadi di lembaga legislatif.
"Negara kita menjadi miskin karena anggota DPR yang menyusun anggaran terlibat korupsi. Oleh karena itu, kalau negara ini tidak ingin dibiarkan hancur, maka jangan pilih partai politik atau caleg yang koruptor," ujarnya.
Menurut Anis, kalau Indonesia ingin terbebas dari praktik korupsi, ia mengibaratkan sama dengan membersihkan sungai dari hulunya. Sehingga korupsi di negara ini juga harus dibersihkan dari lembaga dewan yang menjadi penentu dan menetapkan anggaran negara.
"Kita bersyukur PKS merupakan partai yang peduli dengan rakyat dan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi. PKS bertekad tidak ingin menyumbangkan koruptor kepada Komisi Pembatasan Korupsi," ujarnya seraya berkata, PKS memiliki makna ‘Pasti Koruptor Sebel’. [*/nuz]
Hidayat: PKS Bukan Wahabi, PKS Toleran

Itu adalah fitnah belaka. Kalau saja kami Wahabi tentu kami tidak akan mendirikan partai politik, sebab kaum Wahabi mengharamkan dan membid'ahkan partai politik,
Jakarta - Tuduhan PKS menganut aliran Wahabisme dibantah keras-keras oleh tokoh partai dakwah ini Hidayat Nurwahid. Menurut Hidayat, isu PKS Wahabi itu selalu dimunculkan setiap menjelang pilkada atau pemilu sebagai upaya mendiskreditkan PKS.
"Itu pendapat klasik yang tidak benar yang selalu dimunculkan menjelang pilkada maupun pemilu. Itu adalah fitnah belaka. Kalau saja kami Wahabi tentu kami tidak akan mendirikan partai politik, sebab kaum Wahabi mengharamkan dan membid'ahkan partai politik," kata Hidayat saat berdiskusi secara online dengan member detikforum Senin (23/3/2009).
Hidayat menegaskan bahwa PKS berjuang untuk kejayaan NKRI. Karena itu, hal-hal yang melekat dalam konteks ke Indonesiaan seperti masalah pluralitas dan toleransi akan selalu dijunjung tinggi. "Prinsipnya kita memang menjunjung pluralitas dan toleransi dalam kehidupan agama di Indonesia tercinta ini," papar Hidayat.
Sebagai contoh, Ketua MPR ini menjelaskan mengenai tatacara pembangunan tempat ibadah. Hal ini untuk menjawab pertanyaan mengenai bukti sikap toleransinya PKS terhadap agama lain.
"Sudah ada peraturan yang mengatur tentang pendirian tempat ibadah yang diberlakukan untuk semua umat beragama di seluruh Indonesia, bukan hanya di kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Islam saja, justru dalam rangka pluralitas dan toleransi itu sendiri," paparnya.
Hidayat lalu mencontohkan penerimaan publik dalam pemilu 2004 lalu. "Sejak Pemilu 2004 lalu kehadiran PKS telah diterima dengan baik oleh kalangan sekuler maupun nonmuslim sekalipun," papar PKS.
"Terbukti PKS diajak berkoalisi oleh capres SBY-JK dan pemilih PKS ternyata sebagian adalah kalangan nonmuslim. Pandangan saya karenanya agar PKS melanjutkan saja perilaku politik bersih, peduli, profesional seperti yang dipersepsikan publik selama ini," pungkas Hidayat.
Jumat, 20 Maret 2009
Apa Sih Hebatnya PKS?

PKS lagi…PKS lagi. Mungkin itulah penilaian sebagian masyarakat terkait pemberitaan di media setahun terakhir ini. Bagaimana tidak, media tidak pernah luput memberitakan partai yang berlambang setangkai padi emas yang diapit oleh bulan sabit ini.
Sepanjang tahun 2009 saja, hampir apa saja yang mengenai PKS, dapat dipastikan menjadi berita besar. Tengok saja materi iklan serial kepahlawanannya. Dengan hanya menayangkan tiga hari di stasiun televisi tertentu, namun hasilnya publik ‘menggosipkan’ selama lebih dari setengah bulan. Itu artinya PKS mendapat keuntungan lebih dari 500 persen.
Materi iklan Satu Bendera yang tampil dalam format kliping media dan iklan akronim PKS dalam berbagai versi pun mendulang perhatian publik yang sama besar. Belum lagi kasus yang menimpa Zul Hamdi. Hanya karena ‘tertangkap tangan’ sedang pijat di tempat legal, langsung diisukan berhubungan badan.
‘Nyanyian’ Abdul Hadi Djamal yang meneyertakan Rama Pratama dalam kasus stimulus pembangunan infrastruktur Indonesia timur, tanpa “ba-bi’bu’ tiba-tiba nongkrong di head line salah satu media nasional. Teranyar, gaya kampanye partai bernomor delapan yang mencaplok identitas warna parpol tertentu langsung dicap kegenitan dan melanggar AD/ART partai.
Lantas, apa sih hebatnya PKS? Bukankah partai berideologi Islam semacam PPP dan PBB memiliki iklan. Namun kenapa mereka tidak pernah dibicarakan? Partai berhaluan nasionalis, sebangsa PAN dan Partai Gerindra juga menyangkan iklan. Bahkan tiga partai besar yang diclaim LSI, PD, PDIP dan Partai Golkar juga melakukan hal yang serupa (iklan). Namun kenapa gaungnya tak seawet ‘made in’ PKS? Kalah cerdaskan mereka?
Banyak kader partai yang jelas terseret kasus korupsi dan tindakan amoral. Namun kenyataaannya tidak ada satupun kader PKS yang terpelosok perkara di atas. Mungin karena ‘bersihnya’, sehingga ‘baru’ pijatan dan dituduh terlibat korupsi langsung menjadi berita besar
Sebegitu hebat, cerdas dan profesionalkah PKS, sehingga senantiasa mendapat perhatian? Atau mungkin ada pihak yang bersekongkol ingin membonsai PKS, dengan mengatakan, PKS memang indah, namun jangan sampai menjadi besar. Wallahua’lam
ref:Ibnu Syakir, iibnusy@gmail.com
'PKS Musuh Gue'..........

Isi poster yang cukup nyentrik ini terpampang saat PKS menggelar kampanye terbuka di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Jumat (30/3). Kampanye yang dihadiri oleh ribuan kader dan simpatisan PKS tersebut merupakan kampanye pertama yang digelar di Jakarta.
Ditengah badai 'fitnah' yang bagai gelombang bergulung-gulung 'menghajar' PKS, poster di atas seakan menjadi penegasan bahwa
HANYA PARA KORUPTOR YANG INGIN MENGHABISI PKS!
PKS Sedot Massa Partai Demokrat?

Di luar perkiraan pengamat dan hasil survei, ternyata massa Partai Demokrat tidak sebesar yang diperkirakan oleh beberapa lembaga survei. Massanya disedot PKS?
Kampanye pertama Partai Demokrat yang diselenggarakan di Jakarta dengan kekuatan penuh belum menunjukkan kebenaran prediksi para pengamat yang mengatakan PD akan merajai pemilu dengan suara 24% lebih.
Bayangkan saja kekuatan dan dana yang dikerahkan untuk kampanye Jumat (20/3), PD menyewa Gelora Bung Karno dengan menghadirkan sejumlah artis top dan grup band papan atas yang memeriahkan kampanye ini antara lain grup band Ungu, Andra and The Backbone, Changcuters, Cici Paramida, dan Dewi Yull bahkan dihadiri langsung oleh ketua dewan pembina PD, SBY.
Namun demikian animo masyarakat menghadiri acara ini tidak seperti yang diharapkan, GBK yang memiliki kapasitas penuh 120 ribu orang ternyata di kampanye PD kali ini, peserta hanya memenuhi separuh lapangan. Sementara di tribun, hanya tribun bawah saja yang terlihat penuh sementara tribun atas kosong. Bisa diperkirakan yang dateng tidak sampai 60ribu, jauh dari perkiraan panitia yang menargetkan 100ribu.
Pada waktu yang bersamaan PKS yang kampanye di 5 titik di Jakarta , yaitu di Lapangan Blok S Jaksel, GOR Johar Baru Jakpus, Gelanggang Remaja Jakut, Lapangan WIKA Klender Jaktim, dan Lapangan Mercu Buana Jakbar ternyata berhasil menyedot massa yang luar biasa, bisa dikatakan PKS memutihkan 5 penjuru Jakarta ini, dan massa yang hadir
diperkirakan menembus 100 ribu. Namun perlu diingat bahwa dalam kampanye ini PKS tidak menyewa sekian banyak artis dan grup band terkenal seperti PD. Inilah luar biasanya PKS.
Dari kondisi kampanye PD dan PKS tersebut di atas bisa dikatakan PKS menunjukkan bahwa mereka lebih memiliki dukungan riil di Jakarta, dengan kata lain PKS mampu menyedot massa PD, hal ini berkebalikan dengan prediksi pengamat akhir-akhir ini. Kampanye door to door atau direct selling dan aksi simpatik yang sudah PKS lakukan jauh-jauh hari sebelum waktu kampanye rapat umum ternyata lebih memikat hati warga Jakarta.
Iming-iming suguhan pertunjukan artis dan band papan atas bahkan kehadiran presiden RI dan juga ketua dewan pembina PD bapak SBY pun tidak mampu mengalahkan keinginan warga Jakarta untuk mendatangi dan meramaikan kampanye PKS di 5 penjuru Jakarta.
Hal ini juga menunjukkan image PKS sebagai partai bersih tidak luntur oleh berita negatif yang dihembuskan rival politiknya disamping itu warga Jakarta lebih percaya kalau PKS memang peduli, tidak hanya dekat-dekat pemilu. Dengan kondisi demikian bukanlah hal yang mustahil PKS memenuhi targetnya secara nasional sebesar 20%.
Namun demikian catatan dari kami bahwa PD dan PKS yang sama-sama merupakan partai besar menunjukkan kampanye yang baik dan bisa mengendalikan massanya, sehingga meskipun dilakukan pada waktu yang bersamaan tidak ada keributan antar pendukung partai.
Arif Irwansyah, arif_95i@yahoo.com
Rabu, 11 Maret 2009
Undangan PKS Pada PD tak untuk Koalisi

By Republika Newsroom
JAKARTA -- Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, undangan PKS terhadap Partai Demokrat (PD) bukan dalam rangka membangun koalisi karena kedua partai itu pada saat ini sedang bersama-sama dalam pemerintahan."Kita dari PKS punya ambisi yang lebih besar dari itu, yakni suatu koalisi yang mampu melahirkan karya-karya besar diberbagai bidang, semisal di bidang pertanian dengan menjadi pengekspor beras," katanya dalam acara diskusi "Kearah mana Koalisi pasca Pemilu" di Kantor DPP PKS Jakarta, Rabu malam (11/3).
Tifatul mengatakan bahwa pihaknya sedianya berencana menghadirkan Presiden Yudhoyono dalam pertemuan itu, seperti halnya dengan undangan terhadap Partai Golkar yang dihadiri langsung Jusuf Kalla."Tapi kami belum putus asa. Pertemuan dengan Yudhoyono itu akan ditentukan lagi pada tempat yang lebih representatif lagi," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tifatul juga mengatakan bahwa pihaknya tengah mengamati hingga sejauh mana Golkar serius dengan PDIP."Kalau sudah begitu PKS mau kemana," ujarnya.Dia menambahkan, hubungan PKS dengan pihak Partai Demokrat memang relatif tidak banyak masalah. "Paling sedikit `korslet` nya dengan Demokrat ini," katanya.
Sementara itu Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo mengatakan, antara partainya dengan PKS sudah saling memahami satu dengan lainnya dan juga sering bersilaturahmi."Kalaupun ada perbedaan, itu adalah satu keniscayaan dan seperti diakui Pak Tifatul tadi, tidak besar perbedaannya," katanya.
Tentang rencana berkoalisi, Hadi Utomo tetap pada sikap partainya, yakni baru ditentukan setelah pemilu legislatif.Ia mengatakan koalisi saat ini masih bersifat bayang-bayang. Padahal pihaknya berkehendak terjalinnya koalisi permanen yang luas, tidak hanya sekedar di parlemen tetapi juga bidang-bidang lainnya."Tapi yang pasti, PD akan berkoalisi dengans ebanyak mungkin parpol, agar bisa membentuk pemerintahan yang kuat," katanya.ant/kpo

