Pages

Lembar Silaturrahim


ShoutMix chat widget

Selasa, 18 Agustus 2009

Pertandingan Persahabatan Voly PKS


Tuntang, Minggu 16 Agustus 2009, Cabang Dakwah 2 (CD 2) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang yang terdiri dari 3 Kecamatan, yaitu Tuntang, Bawen dan Pringapus, dalam rangka turut serta memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 64 mengadakan perlombaan voly antar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS.

Pertandingan dilakukan di lapangan depan kantor DPC PKS Kec. Tuntang, sebelah Pusat Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Lopait.

Dalam perlombaan itu diikuti perwakilan dari masing-masing DPC PKS. DPC Tuntang mengirimkan tim dari Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Sraten, DPC Pringapus mengirimkan tim dari DPRa PKS Jatirunggo sedang DPC PKS Bawen mengirimkan tim dari DPRa Polosiri dan satu lagi tim campuran dari Tuntang dan Bawen. Pertandingan berlangsung seru untuk memperebutkan juara 1-3 hadiah dari CD 2.

Akhir pertandingan sebagai juara 1 diraih oleh tim dari Sraten, juara 2 oleh tim dari Pringapus, sedang juara 3 diraih oleh tim dari Polosiri, Bawen. Hadiah berupa barang dan uang pembinaan dari Ketua CD 2, Gatot Widodo Budianto. Dalam kesempatan itu KCD 2, Gatot Widodo B. mengatakan : “PKS mengucapkan selamat HUT RI ke 64, melalui pertandingan persahabatan ini semoga memupuk semangat persatuan antar kecamatan. Tahun depan semoga dapat lebih ramai lagi”. (SGH)

SELAMAT BERJUANG WAKIL RAKYATKU…………!

Ungaran, 12 Agustus 2009 halaman komplek DPRD Kab. Semarang terlihat beda dari biasanya, jika biasanya jumlah kendaraan yang parkir bisa dihitung dengan jari, kali ini seluruh halaman penuh disesaki kendaraan beroda 4 dan 2, belum lagi lalu lalang para tamu undangan disekitar halaman gedung dengan seragam rapi yang menambah suasana tambah ramai.

Memang hari itu merupakan momen bersejarah di Kab. Semarang walaupun tidak semua orang tahu apa yang terjadi didalam ruangan, tapi bagi sebagian orang hari itu sangatlah berharga karena salah satu dari keluarga mereka dilantik diiringi pengucapan sumpah dan janji sebagai wakil rakyat yang baru periode 2009 – 2014.

Rupanya momen ini membawa berkah bagi penjual jasa pemotretan, dengan kesigapannya ia mengambil gambar para Anggota Dewan yang akan dilantik dan dipajang didepan halaman, selain itu mereka juga menerima pemotretan dengan anggota keluarga, berapa untungnya? Lumayan lah buat tambah uang makan!

Semoga wakil rakyat yang baru dilantik ini bisa benar-benar menjadi dewan yang mewakili rakyatnya sebagaimana harapan kita semua.
Akhir kata, “Selamat Bertugas Anggota DPRD Kab. Semarang Periode 2009 – 2014” kami menanti Janjimu………………..!

Kamis, 30 Juli 2009

Cerita (5) Roda


Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia, tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei....semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut
di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah.
Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam
hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

Sahabatku, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perludi tekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu.

Sahabatku, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!....

(NN)

TEMU TOKOH & WARGA BERSAMA ANGGOTA DEWAN PKS KAB. SEMARANG


Bawen, 30 Juli 2009, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Semarang menyelenggarakan Temu tokoh bersama Anggota Dewan PKS Kabupaten Semarang, Dra Husni Anisah yang bertempat di komplek Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al Fattah Desa Asinan Kec. Bawen Kab. Semarang. Acara berlangsung mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat yang terdiri dari tokoh masyarakat dan Komite Sekolah MI Al Fattah.

Beberapa pertanyaan yang muncul dari warga antara lain : seputar Asuransi Kesehatan untuk Rakyat Miskin (ASKESKIN) yang sekarang berubah menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Selain itu, ada laporan dari masyarakat tentang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran.

Menanggapi laporan tersebut, anggota DPRD Kab. Semarang, Dra. Husni Anisah mengatakan : “Pendataan ulang JAMKESMAS dilakukan setiap 6 bulan sekali. Ketidak tepatan pemberian BLT memang terjadi karena salah dalam pendataan. Bagi masyarakat yang mengetahui harap melaporkan kepada kami anggota dewan atau pengurus PKS sebagai data untuk kami tindaklanjuti”.

Beliau menambahkan bahwa pendaftaran JAMKESMAS masih terus dilakukan. Syarat mengajukan JAMKESMAS adalah dengan mencari Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dibubuhi dengan tanda tangan kades dan camat setempat. (SGH)

Rabu, 22 Juli 2009

PENGUKUHAN KEPANDUAN & SANTIKA DPD PKS KAB SEMARANG



“Sia…aaap grak” seru komandan Upacara memberi aba-aba kepada peserta PENGUKUHAN KEPANDUAN & SANTIKA DPD PKS KAB SEMARANG yang diselenggarakan pada hari Senin, 20 Juli 2009 di Kebon Polo, Gintungan kec. Ungaran Barat Kab. Semarang.

Dibawah rindangnya pohon Pala yang berbaris rapi mulai dari bibir jalan hingga gunung Ungaran para peserta dilatih kekuatan fisik dan mental yang cukup memompa adrenaline serta melelahkan, tak heran jika banyak peserta yang harus menarik nafas dalam-dalam dan mengencangkan ikat pinggang selama mengikuti kegiatan ini.

Salah satu permainan yang disiapkan panitia dan tentu saja menantang adrenaline adalah diharuskannya mereka melewati sebuah terowongan panjang nan gelap berisi air yang diameternya sangat kecil dan hanya cukup untuk 1 kepala, namun demikian tak satu pun peserta yang gentar menghadapinya, terbukti mereka sanggup melewatinya walau harus basah kuyup seluruh tubuh. Permainan lain yang juga tak kalah menarik yaitu Elektrik Fence, Help a Friend dan Landing Net, serta adu gulat sesama peserta.

Selama permainan itu pula mereka berusaha mendapatkan Slayer Kepanduan dengan cara membentuk Human Piramid bagi Kepanduan Ikhwan dan Climb Tree bagi Santika (Barisan Putri Keadilan) hingga semua peserta mendapatkannya sebagai bukti mereka telah mengikuti kegiatan ini dan resmi menjadi tim Kepanduan dan Santika DPD PKS Kab. Semarang.

Usai mengikuti semua permainan, kegiatan diakhiri dengan Apel Penutupan yang diisi dengan Taujih oleh Inspektur Upacara, Bagus Wijanarko dilanjutkan saling bermaafan antar sesama peserta maupun Panitia. Yah... barangkali ada yang terluka fisik maupun hati moga aja gak dibawa pulang, namanya juga permainan…….. bila ada yang terluka itu sih biasa…………… betul khan sobat? (Redaksi)

Selasa, 21 Juli 2009

RESES DAN TEMU TOKOH BERSAMA UST. ZUBER SAFAWI, S.HI


Bandungan, 20 Juli 2009 DPD PKS Kab. Semarang menyelenggarakan Reses & Temu Tokoh bersama Ust. Zuber Safawi, S.Hi, Anggota Komisi IX DPR RI bersamaan dengan peringatan Isro’ Mi’roj 27 Rajab 1430 H. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Jetis Kecamatan Bandungan Kab. Semarang dihadiri oleh pengurus DPD, ALEG PKS Kab. Semarang, ketua DPC se Kabupaten Semarang, ketua Ranting se-Cabang Dakwah 3, Tokoh Masyarakat dan warga setempat.
Acara berlangsung dari pukul 13.00 WIB s/d 16.00 WIB diisi dengan pengajian dan Tanya jawab seputar Kesehatan dan Ketenaga Kerjaan. Usai pengajian, pembawa acara membuka sesi Tanya jawab, tak lama kemudian acungan jari dari para peserta tampak ramai terlhat diatas wajah mereka, rupanya mereka tak ingin melewatkan momen penting ini untuk bertanya kepada Narasumber. Diantara pertanyaan yang diajukan oleh seorang penanya adalah tentang system kerja yang saat ini seakan merugikan para pekerja terutama buruk pabrik, dimana mereka diharuskan bekerja tanpa kenal waktu (berangkat sebelum terbit dan pulang setelah terbenam matahari) tanpa tambahan gaji yang jelas bahkan tidak sama sekali.
Dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan, beliau berjanji akan mengakomodir semua keluhan dan aspirasi yang diserap dari masyarakat untuk dibawa dan dibahas di Komisi IX serta dilakukan mekanisme pengawasan terkait dengan system ketenaga Kerjaan sehingga masyarakat tidak dirugikan oleh peraturan yang dibuat.
Diakhir pertemuan beliau berpesan “jalan dakwah adalah jalan yang melelahkan, siapapun yang bergabung dengan jalan ini berarti ia harus siap lelah sebagai resiko perjuangan”

Sabtu, 18 Juli 2009

Wajah sendu Indonesiaku

Awan hitam kembali memayungi bangsa Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 17 Juli 2009 Ledakan bom terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta sekitar pukul 07.45 WIB menyebabkan sembilan orang tewas dan 55 lainnya luka-luka.
Peristiwa ini tentu saja membuat semua orang merasa kesal, jengkel dan entah perasaan apalagi yang hinggap dihatinya, tak sedikit yang mengepalkan tangan bahkan mengutuk keras aksi tersebut. Belum ada yang tahu pasti apa motif dibalik peristiwa itu, namun hingga kini petugas yang berwenang masih terus menyelidiki kasus yang telah mencoreng negeri ini.
Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, meminta semua pihak tidak terprovokasi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. "Cara-cara kekerasan seperti ini tidak akan membawa perubahan positif bagi bangsa, hanya akan menimbulkan ketakutan masyarakat dan hengkangnya investor. Perubahan hanya ke arah negatif, baik di bidang ekonomi, sosial dan keamanan," kata Tifatul.
Suasana seperti ini tentu saja dapat memperkeruh suasana demokrasi di Indonesia, apalagi peristiwa ini terjadi pasca berlangsungnya Pilpres 8 Juli lalu, mungkin kejadian ini memang sudah disetting oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba sesama bangsa Indonesia, jika itu yang terjadi tentu semua pihak harus berhati-hati dan Waspada jangan sampai kita berhasil di adu domba sementara disisi lain sang peneror justru tertawa lepas menyaksikan drama tragedi di bumi pertiwi.